Penyebab Banjir di Jakarta dan Mataram: Analisis BMKG

by -72 Views

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem menjadi penyebab banjir di beberapa wilayah, termasuk Jakarta dan Kota Mataram. Pada tanggal 5 Juli 2025, hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm/hari terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Bogor, Mataram, dan sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Dampak dari hujan ekstrem tersebut meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa hujan juga terjadi di Tangerang dan Jakarta Timur pada hari itu, menyebabkan genangan air. Pada Minggu, hujan dengan intensitas sangat lebat kembali melanda Jakarta dan sekitarnya, bahkan mencapai 140 mm/hari di wilayah Tangerang. Beberapa faktor atmosfer seperti lemahnya monsun Australia dan hangatnya suhu muka laut berperan dalam menyebabkan hujan lebat hingga ekstrem ini.

BMKG memperkirakan bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah dalam seminggu ke depan. Wilayah yang berpotensi terkena hujan lebat hingga sangat lebat antara lain Pulau Jawa bagian barat dan tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku bagian tengah, dan Papua bagian tengah dan utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan banyaknya RT dan jalan terendam banjir di beberapa wilayah, sementara BPBD NTB mencatat dampak bencana banjir di Kota Mataram dan sekitarnya.

Korban luka-luka dan pengungsi akibat banjir terus meningkat, sehingga perhatian terhadap kondisi cuaca dan potensi bencana alam menjadi sangat penting. Berbagai langkah pencegahan dan kesiapsiagaan diharapkan dapat mengurangi dampak bencana yang ditimbulkan oleh hujan ekstrem.

Source link