Perusahaan teknologi asal Nepal, Airlift Technology, telah mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan drone untuk transportasi logistik di Gunung Everest. Selain itu, drone ini juga digunakan untuk mengangkut sampah dari area-area ekstrem di gunung tersebut. Airlift menjalin kerja sama dengan produsen drone DJI, menggunakan DJI FlyCart 30 yang memiliki kapasitas muatan hingga 15 kilogram. Drone ini juga mampu membawa pasokan tabung oksigen dan tangga pendakian dalam waktu singkat, mengoptimalkan proses logistik di kawasan pegunungan tersebut.
Sejak Maret hingga Mei 2025, Airlift telah berhasil mengangkat lebih dari 1.000 kilogram sampah dari Gunung Everest. Program inovatif ini mendapat dukungan dari pemerintah lokal dan LSM yang peduli terhadap masalah lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pendakian selama bertahun-tahun. Mereka memperkirakan bahwa hingga 50 ton sampah telah ditinggalkan di Gunung Everest akibat aktivitas pendakian yang intensif. Langkah Airlift dalam memanfaatkan drone untuk transportasi logistik dan pengangkutan sampah di pegunungan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Gunung Everest.



