Dengue masih menjadi masalah serius dalam sistem kesehatan Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang 2024 terdapat 257.271 kasus dengue dengan 1.461 kematian di seluruh Indonesia. Di Provinsi Kalimantan Timur sendiri, dengue telah menyebar di seluruh kabupaten/kota. Pada tahun 2024, Dinas Provinsi Kalimantan Timur mencatat 10.571 kasus dengue dengan Kutai Kartanegara menjadi kabupaten dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 2.802 kasus. Tingginya mobilitas penduduk, perubahan iklim, dan urbanisasi menjadi faktor yang memperparah penyebaran penyakit ini.
Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan dengue, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan sosialisasi vaksinasi dengue. Langkah ini diambil untuk mengurangi beban kasus dengue di wilayah tersebut dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan dini terhadap penyakit ini. Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menyadari bahwa dengue tidak hanya terjadi secara musiman dan dapat menginfeksi siapa saja, termasuk anak-anak.
Untuk mengatasi masalah dengue, Kementerian Kesehatan fokus pada implementasi Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021–2025. Direktur Penyakit Menular, dr. Ina Agustina Isturini, menggarisbawahi pentingnya integrasi pendekatan inovatif dalam penanggulangan dengue. Dalam hal ini, vaksinasi dengue menjadi salah satu metode yang diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, perusahaan seperti PT Takeda Innovative Medicines juga turut berperan dalam upaya pencegahan dengue, menyadari bahwa tidak ada obat spesifik yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Melalui pencegahan yang inovatif, mereka berkomitmen untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat dengue. Inisiatif kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat diharapkan dapat mengurangi beban penyakit ini dan mencapai tujuan nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.





