Langit wilayah udara Irak, Kuwait, dan Bahrain tampak sepi dari pesawat terbang setelah serangan Iran terhadap pangkalan AS di Qatar. Iran melancarkan serangan balasan setelah AS menggempur fasilitas nuklir Teheran untuk membantu Israel. Pada Selasa pagi, Flightradar24 mencatat bahwa langit Irak kosong dari penerbangan. Di Kuwait, kondisinya sedikit lebih baik dengan hanya beberapa penerbangan terlihat. Gangguan penerbangan juga terjadi di Bandara Dammam King Fahd di dekat Kuwait dan Bahrain. Bahrain dan Kuwait telah kembali membuka wilayah udara mereka setelah sempat ditutup sebagai dampak konflik di Timur Tengah. Meskipun Qatar wilayahnya diserang Iran, tetapi menutup wilayah udaranya. Konflik di Timur Tengah telah menyebabkan penipisan lalu lintas udara di wilayah seperti Irak, Suriah, Lebanon, dan Yordania. Sejak Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni, lebih dari 400 warga Iran terbunuh dan ribuan lainnya terluka, sementara 24 warga Israel juga tewas dalam serangan balasan. Dengan kondisi ini, operasional bandara seperti Bandara Dubai mengalami delay dan pembatalan penerbangan. Hal ini mengindikasikan dampak konflik yang semakin meningkat di wilayah tersebut.
Serangan Pangkalan AS di Qatar: Pesawat Absen di Langit Irak-Bahrain



