Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, mengungkapkan rencananya untuk mewariskan kekayaannya kepada lebih dari 100 anaknya. Dalam sebuah wawancara, Durov menyatakan bahwa semua anaknya, termasuk yang lahir dari wanita yang berbeda dan donor sperma, akan mendapatkan bagian yang sama dari hartanya. Ia menegaskan bahwa tidak ingin anak-anaknya bersaing atau saling merugikan satu sama lain setelah ia meninggal. Durov juga telah menulis surat wasiat untuk mengatur bagaimana harta warisannya akan didistribusikan.
Durov, yang dikenal memiliki kekayaan sekitar US$13,9 miliar, menegaskan bahwa anak-anaknya tidak akan memiliki akses ke kekayaannya hingga 30 tahun ke depan. Tujuan dari keputusan ini adalah agar anak-anaknya dapat hidup secara mandiri, kreatif, dan tidak tergantung pada harta kekayaan. Durov menjelaskan bahwa keputusannya untuk menuliskan surat wasiat beberapa saat belakangan berkaitan dengan risiko pekerjaannya dan banyak musuh yang dimilikinya.
Sementara Telegram, platform pesan dengan lebih dari satu miliar pengguna bulanan, terus dikenal dengan enkripsi tingkat tinggi dan kebijakan pengawasan terbatas. Durov sebelumnya ditangkap di Paris atas tuduhan yang terkait dengan platformnya, namun ia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak masuk akal. Ia berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai yang dianut oleh perusahaannya dan melindungi anak-anaknya.



