Blackberry, ponsel yang populer pada era 2000-an, kini menjadi incaran Generasi Z. Fenomena ini terlihat dari aktivitas sejumlah pengguna di media sosial TikTok yang menggunakan tagar #blackberry lebih dari 127 ribu kali. Pengguna Gen Z terlihat membeli ponsel Blackberry bekas dari platform e-Commerce, menghias Hp lawas tersebut, dan menampilkan fitur keyboard yang berderit seperti ASMR.
Meskipun Blackberry secara resmi menghentikan produksi ponsel pada tahun 2016, popularitasnya kembali muncul di era digital. Namun, meskipun banyak pengguna yang bersemangat untuk memiliki Blackberry, ada beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, teknologi perangkat keras Blackberry yang jauh tertinggal dibandingkan dengan smartphone masa kini, seperti perbedaan kualitas kamera antara BlackBerry Classic dan smartphone saat ini.
Tidak hanya perangkat keras yang menjadi masalah, perangkat lunak dari Blackberry Classic juga bisa menjadi kendala. Dikarenakan tidak mendapatkan pembaruan sistem operasi, pengguna mungkin mengalami masalah keamanan dan performa aplikasi. Hal ini diperparah dengan sulitnya menjalankan aplikasi populer seperti WhatsApp, Spotify, dan Telegram.
Masalah lain yang mungkin muncul adalah kompatibilitas sinyal, mengingat perkembangan teknologi seluler yang terus berlangsung. Pengguna Blackberry Classic mungkin akan menghadapi kesulitan mencari operator selular yang masih kompatibel dengan perangkat tersebut. Jadi, meskipun nostalgia akan Blackberry bisa menyenangkan, pengguna harus mempertimbangkan kembali sebelum mengadopsi ponsel lawas ini.



