CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa era media sosial untuk berbagi dan berinteraksi dengan kerabat diperkirakan akan berakhir. Pernyataan ini disampaikan dalam persidangan terkait gugatan Federal Trade Commission (FTC) terhadap dominasi Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, di pasar media sosial.
Menurut Zuckerberg, platform media sosial seperti Facebook dan Instagram sekarang lebih berfokus sebagai mesin pencari daripada sebagai tempat untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga. Ia menyatakan bahwa dalam lima tahun ke depan, cara orang berbagi informasi akan berubah.
Zuckerberg juga mengakui bahwa pengguna media sosial saat ini lebih cenderung untuk menambah teman dan berbagi konten daripada untuk benar-benar terhubung dengan kerabat. Hal ini terlihat dari penurunan jumlah orang yang berbagi dengan teman di Facebook serta penambahan teman baru.
Selain itu, Zuckerberg juga menjelaskan bahwa Meta telah mencatat peningkatan penggunaan pesan langsung atau direct messages. Fitur Reels yang diperkenalkan oleh Meta di beberapa platform media sosialnya juga merupakan langkah untuk tetap relevan dan menyaingi TikTok.
Dalam konteks persaingan, Zuckerberg menyebutkan bahwa TikTok merupakan ancaman serius bagi Meta. Pertumbuhan TikTok yang pesat telah menggerus popularitas Facebook dan Instagram. Namun, ia menegaskan bahwa Meta tidak tertarik untuk mengakuisisi TikTok, melainkan akan menciptakan fitur yang serupa untuk tetap bersaing.
Kesimpulannya, Zuckerberg mengungkapkan tantangan yang dihadapi Meta dalam menjaga daya saingnya di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan terus berinovasi dan memperkuat fitur-fitur yang menarik, Meta berharap dapat mempertahankan posisinya di kancah media sosial global.



