Musim kemarau basah diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada tahun ini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 60 persen wilayah Indonesia atau sekitar 416 Zona Musim diprediksi akan mengalami curah hujan musiman pada kategori normal. Daerah yang rentan mengalami musim kemarau normal meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Tetapi, ada juga perkiraan bahwa sekitar 26 persen wilayah atau sebanyak 185 ZOM akan mengalami musim kemarau basah, dengan curah hujan di atas normal. Wilayah-wilayah ini diprediksi akan menerima curah hujan musiman yang lebih tinggi dari biasanya. Di sisi lain, sekitar 14 persen wilayah atau 98 ZOM diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.
BMKG juga memperkirakan bahwa musim kemarau di Indonesia akan lebih singkat pada tahun 2025. Pemantauan dan analisis iklim global dan regional menunjukkan bahwa durasi musim kemarau akan bervariasi di setiap wilayah Indonesia. Misalnya, di Sumatera, musim kemarau diprediksi berlangsung antara 3 hingga 12 dasarian, sedangkan di Jawa diperkirakan berlangsung antara 10 hingga 21 dasarian.
Musim kemarau basah adalah kondisi di mana curah hujan tetap tinggi selama musim kemarau. BMKG juga memperkirakan bahwa setelah puncak musim kemarau pada Agustus, akan terjadi musim pancaroba atau peralihan pada September-November, dan musim hujan diprediksi akan masuk pada Desember 2025-Februari 2026. Seperti yang telah diprediksi BMKG, kondisi musim di Indonesia selalu beragam dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.



