Wahana Rusak di Jarak 25,5 Miliar Km dari Bumi Kembali Menyala

by

Kabar baik datang dari NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat, yang berhasil menghidupkan kembali mesin pendorong Voyager 1 setelah mengalami gangguan komunikasi. Gangguan tersebut berdampak pada perbaikan antena yang berbasis di Bumi yang mengirimkan perintah ke Voyager 1, menyebabkan jeda komunikasi saat wahana itu mengalami masalah serius pada mesin pendorongnya.

Perbaikan terbaru pada mesin pendorong akan membantu Voyager 1 tetap beroperasi hingga dapat berkomunikasi dengan Bumi lagi tahun depan. Diluncurkan pada September 1977, Voyager 1 menggunakan lebih dari satu set mesin pendorong untuk fungsi optimalnya. Pendorong utama bertugas mengarahkan wahana tersebut agar antena selalu menghadap ke Bumi, memungkinkan pengiriman data dari jarak 25,5 miliar kilometer.

Meskipun perangkat utama memiliki mesin pendorong tambahan untuk mengendalikan putaran wahana, terdapat kekhawatiran jika Voyager kehilangan kendali gerakan berputar. Pendorong utama Voyager 1 berhenti berfungsi lebih dari dua dekade lalu, mendorong wahana hanya mengandalkan pendorong cadangan untuk menjaga arah. Namun, risiko sumbatan residu memaksa para insinyur NASA untuk menghidupkan kembali pendorong utama yang sudah lama tidak beroperasi.

Setelah mengidentifikasi masalah sirkuit pada pemanas utama, para insinyur berhasil mengatasi penyebab gangguan tersebut. Saat ini, Voyager 1 dan kembarannya, Voyager 2, masih bertahan aktif setelah lebih dari 47 tahun diluncurkan. Keduanya menjelajahi ruang antarbintang dengan menggunakan listrik yang dihasilkan dari peluruhan plutonium. Meskipun daya yang dihasilkan menurun, kedua wahana ini tetap menjalankan misi eksplorasi dengan baik.

Source link