BMKG Memperpanjang Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir

by

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan rencana memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga dasarian II bulan Maret 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir yang sering melanda beberapa wilayah di Indonesia. Upaya modifikasi cuaca telah dilakukan sebelumnya di Jabodetabek pada tanggal 5-8 Maret.

Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, menekankan pentingnya modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap banjir. Kerjasama lintas sektoral antara BNPB, BMKG, pemerintah daerah, TNI, dan Kementerian Perhubungan diharapkan dapat mengurangi dampak banjir yang terjadi.

Selain itu, rencana modifikasi cuaca juga akan dievaluasi untuk arus mudik menjelang Idulfitri 2025/1446 Hijriah. BMKG telah mengidentifikasi potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut, mengingat La Nina diprediksi masih aktif. Saat ini, beberapa wilayah Indonesia masih mengalami puncak musim hujan dengan intensitas yang bervariasi.

OMC, atau dikenal sebagai Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), sudah dikenal sejak 1977 sebagai hujan buatan. Penggunaan OMC dalam berbagai konteks bencana hidrometeorologi semakin berkembang untuk mitigasi kebakaran hutan, longsor, banjir, hingga pengamanan infrastruktur.

Dalam pelaksanaannya, modifikasi cuaca bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan di daerah target dengan mengalihkan potensi hujan deras ke daerah lain. Dengan pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa modifikasi cuaca dapat mengurangi curah hujan sebesar 30-60 persen, diharapkan risiko banjir dapat ditekan di wilayah terdampak.

Source link