Apakah Menabung 20 Persen dari Pendapatan Mencukupi untuk Biaya Haji?

by -42 Views
Apakah Menabung 20 Persen dari Pendapatan Mencukupi untuk Biaya Haji?

Nabung 20 Persen Pendapatan Cukup Buat Biaya Haji?

Pemerintah Indonesia dan DPR telah menaikkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 menjadi Rp 93,4 juta dan setiap jamaah harus membayar Rp 56 juta. Biasanya, masyarakat hanya dapat menabung 10 hingga 20 persen dari pendapatannya. Head Advisory and Investment Operation PINA Rista Zwestika mengungkapkan pertimbangan mengenai cukup atau tidaknya menabung 20 persen dari pendapatan untuk melaksanakan ibadah haji. Menurut Rista, jawabannya harus dilihat dari kondisi keuangan saat ini apakah memungkinkan untuk menyisihkan sebesar 10-20 persen secara rutin setiap bulannya.

Rista menjelaskan, biaya ibadah haji yang cukup besar harus lebih dipersiapkan sedini mungkin, terlebih jika seseorang memang fokus tujuannya keuangannya untuk melaksanakan ibadah haji. Rista mengakui bahwa kenaikan biaya ibadah haji memang sangat mengejutkan sekaligus memberatkan. Biayanya cukup tinggi dan antrean keberangkatan juga cukup lama, namun kenaikan biaya ibadah haji juga tidak bisa dihindari.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 per jemaah untuk jemaah haji reguler sebesar Rp 93,4 juta. Dari jumlah tersebut, besaran biaya haji yang dibayar jemaah sekitar Rp 56,04 juta atau 60 persen dan sisanya diambil dari nilai manfaat sebesar Rp 37,36 juta atau sekitar 40 persen. Pelunasan biaya haji akan dibayar langsung oleh jemaah dikurangi setoran awal Rp 25 juta besaran saldo rekening virtual masing-masing jamaah.