Menteri Agama Mendorong Agar Agama Tidak Diolok-olokkan dalam Politik

by

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau agar aspek kultus dalam beragama tidak dijadikan lelucon. Hal ini disampaikannya dalam situasi meningkatnya perdebatan politik menuju Pemilu 2024.

“Sebenarnya guyonan tentang agama sering terjadi. Banyak orang menggunakan agama sebagai bahan guyonan. Jadi, sebaiknya agama tidak digunakan sebagai bahan guyonan,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas usai acara pengukuhan Relawan Moderasi Beragama dan Deklarasi Pemilu Damai di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Selasa (26/12/2023).

Gus Yaqut menilai sensitivitas publik selama tahun politik meningkat. Oleh karena itu, dia tidak ingin agama dijadikan bahan candaan karena hal tersebut dapat memicu reaksi publik secara luas.

“Terutama dalam momentum politik seperti ini, guyonan agama menjadi ramai diperbincangkan. Sebaiknya hentikan penggunaan agama sebagai alat politik atau bahan candaan. Sudahlah, tidak perlu diulangi,” katanya.

Pada kegiatan tersebut, hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB Zamroni Aziz, Anggota Komisi VII DPR Nanang Samudra, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Penjabat Sekda NTB Fathurrahman, Penjabat Wali Kota Bima, Mohammad Rum, Ketua KPU NTB Suhardi Soud, Ketua Bawaslu NTB Itratip, serta ribuan relawan moderasi beragama di NTB.

Sebelumnya, video viral beredar di masyarakat mengenai pernyataan Ketua Umum PAN yang juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas terkait gerakan tahiyat dalam salat dan pengucapan amin setelah bacaan Alfatihah. Video tersebut pun menuai banyak komentar dari berbagai pihak.

Tak hanya itu, muncul pula potongan video antara capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan ulama kondang Ustad Abdul Somad (UAS). Video ini juga ramai diperbincangkan di media sosial, baik pro dan kontra terkait hal tersebut. Sumber: Antara