Timnas AMIN membantah tuduhan bahwa banyak orang dalam (ordal) di Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) saat Anies menjabat Gubernur DKI Jakarta. Menurut Jurubicara (Jubir) Timnas AMIN, Billy David Nerotumilena, semua tim TGUPP dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta dipastikan bukan orang dalam karena mereka sudah melalui seleksi ketat dengan azas meritokrasi. Billy juga meminta kepada pihak yang menyatakan ada ordal saat kepemimpinan Anies untuk datang ke Pemprov DKI Jakarta agar tidak hanya menuduh saja, karena buktinya pun tidak akan ditemukan.
Ia menjelaskan bahwa tim yang tergabung di TGUPP memang jumlahnya banyak, karena bidang kerjanya memerlukan banyak orang untuk bekerja sama. Sementara itu, capaian hasil kerja TGUPP juga sudah terukur dan dipublikasi. Orang-orang yang tergabung juga mempunyai latar belakang keilmuan, pengalaman kerja, dan kesesuaian bidang yang akan dikerjakan, jadi bukan sembarang orang bisa masuk.
Billy menambahkan bahwa yang dimaksud ordal oleh Anies dalam debat adalah tentang mekanisme bukan figur. Dia juga mengungkapkan bahwa proses ordal yang disinggung yaitu ketidakwajaran lahirnya keputusan MK, sehingga dianggap oleh MKMK Anwar Usman melakukan kode etik berat. Sebelumnya, tuduhan bahwa Anies pun menempatkan ordal di pos tertentu saat menjabat sebagai gubernur dilontarkan oleh mantan Jubir Anies-Sandi saat Pilgub DKI Jakarta 2017, Anggawira.





