Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi UMKM untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai pusat industri halal nasional. Industri halal sudah menjadi gaya hidup, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Sumatra Barat memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal nasional. Untuk itu, perlu memperkuat UMKM melalui sertifikasi halal.
Mahyeldi menyampaikan hal ini dalam acara Lokakarya Sertifikat Halal Self-Declare dan Seremonial Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM Binaan Bank Central Asia (BCA) di Kota Padang yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Pemprov Sumatra Barat berkomitmen untuk menjadikan daerah tersebut sebagai pusat industri halal di Indonesia, karena memiliki potensi yang dibutuhkan, serta mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Mahyeldi mengapresiasi dukungan BCA dalam mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi halal di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Ia juga menyebutkan bahwa saat ini jumlah UMKM di Sumatra Barat diperkirakan telah mencapai 600 ribu unit usaha, namun hanya sekitar 22 ribu UMKM yang telah memiliki sertifikat halal.
Gaya hidup halal bukan hanya sebatas menjadi gaya hidup baru, tetapi juga mencakup pola hidup sehat yang dimulai dari gaya berpakaian, penggunaan kosmetik, serta barang kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan banyak pihak dalam meningkatkan jumlah UMKM berlabel halal di Sumatra Barat. Melalui pelatihan yang dilaksanakan, diharapkan UMKM di Sumatra Barat dapat melakukan pendaftaran sertifikasi halal self-declare secara mandiri untuk produk-produknya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatra Barat, Endrizal mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah UMKM yang memiliki sertifikasi halal dengan berbagai cara. Sosialisasi terus digalakkan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran pada pelaku UMKM akan pentingnya sertifikasi halal. Semoga melalui upaya tersebut, Sumatra Barat dapat benar-benar menjadi pusat industri halal nasional.





