Depok – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok telah mengirim surat imbauan kepada direktur utama (dirut) perusahaan swasta, ritel, dan pemilik usaha cuci mobil yang diduga mencemari kali hingga menghasilkan busa di Cimanggis. Mereka diimbau untuk mematuhi sejumlah ketentuan yang telah ditetapkan dalam pengelolaan limbah cair dari industri mereka.
Kepala DLHK Depok Abdul Rahman mengatakan bahwa sebelum mengirimkan surat imbauan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan pemeriksaan langsung ke setiap pabrik. Perusahaan-perusahaan tersebut berlokasi di sekitar bantaran sungai, termasuk perbankan, usaha pencucian mobil, ritel, dan permukiman.
Abdul menyatakan, “Dari hasil identifikasi, kami belum dapat menentukan siapa yang bersalah. Namun, dari hasil investigasi kami, ditemukan indikasi bahwa PT BASF memproduksi surfaktan, sehingga kami melakukan verifikasi lapangan pada Selasa (28/11) kemarin.”
Berdasarkan verifikasi lapangan, PT BASF memiliki izin pembuangan air limbah ke sumber air hingga 23 Oktober 2024. Limbah cair yang dihasilkan diolah dalam instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan limbah cair domestik dimasukkan ke dalam septic tank yang disedot secara berkala.
DLHK Depok meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk memasukkan parameter methylene blue active substance (MBAS) ke dalam pengawasan harian. Mereka juga diminta untuk mendokumentasikan penutupan saluran air outlet IPAL dan drainase agar tidak ada yang mengalir ke badan air penerima.
Bagi pemilik usaha pencucian mobil di sepanjang kali di Kelurahan Tugu, DLHK Depok menyarankan untuk melakukan upaya pengolahan limbah hasil kegiatan usaha agar tidak mencemari lingkungan, serta mematuhi baku mutu lingkungan. Mereka juga diminta untuk melaporkan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara rutin ke DLHK Depok.
Sebelumnya, Kali Baru Cimanggis, Depok, menjadi viral di media sosial karena berbusa. Busa itu menutupi aliran kali sehingga membuat pemandangan yang menyeramkan. Sungai di Kota Depok tercemar oleh busa misterius yang kuantitasnya melimpah sampai menutupi badan sungai. Pemkot Depok sedang menyelidiki asal-usul limbah busa ini.





